Hinokio – Inter Galactic Love [2005]
Satoru Iwamoto (Kanata Hongo), adalah seorang anak laki-laki yang sangat dekat dengan ibunya. Suatu ketika dia dan ibunya mengalami kecelakaan. Ibunya meninggal sebelum dokter sempat menanganinya, sementara dia menjadi lumpuh. Semenjak kejadian tersebut, Satoru sangat terpukul dan menjadi sangat pemurung. Ia selalu mengurung diri di kamar, bahkan ia tidak mau bicara dengan ayahnya, yang dianggapnya sebagai penyebab kematian ibunya. Ia menghabiskan waktu di kamarnya dengan bermain game.
Ayahnya yang adalah seorang ilmuwan, khawatir dengan perkembangan anaknya. Maka ia membuatkan sebuah robot yang dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk Satoru. Robot tersebut pun dikirim ke sebuah sekolah untuk mewakili Satoru belajar. Di sana, teman-temannya memanggil robot tersebut dengan Hinokio, karena kaki robot tersebut terbuat dari bahan kayu hinoki(Chamaecyparis obtuse Endl.). Satoru anak yang cerdas dan berbakat. Tapi karena sikapnya dingin, dia dianggap sombong oleh sekelompok anak yang dipimpin oleh Kudo Jun(Tabe Mikako). Jun sendiri adalah seorang anak yang pendiam dan cuek.Jun beserta dua anak lainnya (Jouichi dan Kenta) pun beberapa kali mencoba mengerjai Hinokio. Hingga suatu ketika perbuatan mereka bertiga dilaporkan oleh Sumire(Ryoko Kobayashi) kepada guru mereka. Saat Hinokio ditanyakan tentang kebenaran laporan tersebut, Hinokio malah membantah laporan tersebut. Jun yang tidak habis pikir dengan tindakan Hinokio akhirnya bersama dengan kedua temannya mencegat Hinokio ketika sekolah usai. Mereka pun menginterogasi Hinokio dan akhirnya mengajak Hinokio bergabung dengan mereka. Sejak saat itu, Hinokio menjadi bagian dari kelompok tersebut. Saat bermain, Hinokio sering kebagian tugas yang melibatkan kekuatan fisik. Hal ini mereka lakukan karena Hinokio robot dan memang tidak punya indra perasa. Mereka menggunakan sebuah gudang tua menjadi semacam basecamp mereka. Di sekolah, Hinokio jatuh hati pada seorang cewek bernama Akishima Eriko(Maki Horikita) dan Jun memergokinya saat sedang melirik Eriko.
Pada masa itu, di Jepang sedang booming-nya sebuah game yang disebut Purgetory. Satoru dan teman-temannya yang lain juga ikut bermain game tersebut. Bahkan Kenta kecanduan dengan game tersebut dan membuatnya jarang bergabung dengan Jun dan teman-teman yang lain. Berbeda dengan anak-anak yang lain, Jun sama sekali tidak tertarik dengan Purgetory dan menganggap itu omong kosong. Akhirnya, Jun lebih sering ditemani oleh Hinokio. Hal ini membuat keduanya semakin akrab dan mulai tetrbuka mengenai keadaan keluarga masing-masing. Ayah Jun ternyata sudah meninggal dan selama ayahnya hidup, ia memiliki hubungan yang buruk dengan ayahnya. Hinokio juga memberitahu bahwa ibunya meninggal dalam kecelakaan.
Suatu ketika, Jun tercebur ke laut saat mereka memancing. Hinokio panik dan segera menceburkan dirinya untuk menyelamatkan Jun. Tetapi Hinokio malah tenggelam dan Jun menolongnya naik ke permukaan. Saat sedang menghangatkan badan di perapian di basecamp mereka, Hinokia menyadari bahwa Jun adalah cewek! Tingkah laku dan cara berpakaian Jun selama ini memang seperti anak laki-laki. Dengan sedih, Jun mengatakan kalau ia tidak menyukai tubuhnya dan menganggapnya kotor. Hinokio berusaha menghiburnya tetapi tidak berhasil. Lalu, Hinokio menceritakan kondisinya semenjak ibunya meninggal. Dia juga mengatakan kekecewaannya dan kebenciannya kepada ayahnya yang menyebabkan ibunya meninggal. Dia sangat kecewa karena ayahnya lebih mencintai pekerjaannya
daripada apa pun. Mendengar itu semua dan menyadari bahwa Satoru saat ini berada di kamarnya sendirian, Jun merasa iba dan yakin bahwa Satoru pasti kesepian dan tidak menyukai keadaan tersebut. Saat mengantar Hinokio pulang ke rumah yang disewa ayah Satoru untuk Hinokio, Jun mengutarakan perasaan sukanya terhadap Satoru.
Semenjak kejadian itu, Hinokio tidak muncul di sekolah. Jun yang khawatir dengan keadaan Satoru segera mencari Satoru. Jun tidak tahu bahwa Hinokio sedang dalam perbaikan lantaran mesinnya kemasukan air saat tenggelam tempo hari. Pada saat di laboratorium ayahnya, Satoru mengganti setting-an Hinokio, sehingga apa yang dirasakan oleh Hinokio bisa juga dirasakan Satoru. Berbekal petunjuk ‘Aku bisa melihat sebuah cerobong asap raksasa dari kamarku’, Jun mencari rumah dimana empat cerobong asap raksasa di kota itu hanya bisa terlihat satu. Dan Jun berhasil. Dia pun berteriak memanggil Satoru dari pagar dan menanyakan kabarnya. Satoru terkejut mengetahui Jun datang ke rumahnya, tetapi ia tidak berani menunjukkan dirinya pada Jun. Jun yang sedikit kecewa pun pulang. Saat
melewati basecamp-nya, Jun secara tidak sengaja melihat Hinokio sedang bermain dengan seekor anjing. Jun senang bukan main dan memeluk Hinokio. Dalam perjalanan pulang, Jun memberitahu Hinokio, bahwa ia akan mengatur kencan Hinokio dengan Eriko. Perasaan Satoru pun bercampur aduk. Sebelumnya dia memang sering memperhatikan Erika dan mengaguminya, tetapi belakangan ini ia sepertinya jatuh hati pada Kudo Jun.
Jun akan pindah sekolah. Ibunya akan menikah dan mereka akan pindah ke kota tempat ayah tirinya bekerja. Tetapi hal itu hanya diberitahukannya kepada gurunya. Dia meminta gurunya merahasiakannya dan mengadakan piknik sebagai acara perpisahan Jun dengan teman-temannya. Guru tersebut pun mengabulkannya.
Untuk pertama kalinya Satoru melihat berbagai pemandangan menarik sejak ibunya meninggal. Jun kaget melihat Satoru yang begitu mengagumi serangga kecil. Mereka semua sangat menikmati piknik tersebut, tetapi tidak ada seorang pun yang sadar bahwa piknik itu diadakan sebagai acara perpisahan dengan Jun.
Kembali dari piknik, Jun meminta ijin kepada Satoru untuk mengunjunginya ke rumahnya. Jun melakukannya karena dia akan pindah dan ingin sekali bertemu dengan Satoru yang sebenarnya. Namun, Satoru yang tidak mengerti akan hal itu menolaknya. Segala usaha yang dilakukan Jun sia-sia, Satoru tetap menolak bertemu dengan dia. Jun pun marah dan meninggalkannya. Jun kembali ke sekolah untuk mengambil semua barang-barangnya sebelum pindah. Dia meninggalkan flute nya untuk Hinokio.
Sesuai dengan janjinya, Jun pun mengatur kencan Satoru dengan Eriko. Eriko memberitahu Hinokio bahwa dia bersedia kencan dengan Hinokio karena Jun yang meminta. Jun ternyata pernah menyelamatkan Eriko dari percobaan bunuh diri dan Eriko juga menceritakan semua hal mengenai Jun yang diketahuinya.
Di sekolah, bu guru memberitahukan bahwa Kudo Jun pindah. Pada saat yang bersamaan Sumire memberitahu seluruh temannya mengenai proyek perang Jepang yang menggunakan robot semacam Hinokio. Mendengar hal itu, Satoru kaget. Apalagi Sumire menunjukkan kertas berisi informasi tersebut yang diambilnya dari internet. Teman-temannya pun melempari Hinokio. Hinokio marah dan meninggalkan ruangan. Ia menelepon ayahnya dan menyampaikan kekecewaannya kepada ayahnya. Ia menuduh ayahnya menjadikan dia sebagai percobaan dengan mengirimkan Hinokio ke sekolah untuk mewakili dia. Dan dia juga menuduh ayahnya lebih memperdulikan Hinokio daripada Satoru sendiri. Dan Satoru menyampaikan niatnya untuk mengakhiri hidupnya dengan menghancurkan Hinokio. Ayahnya segera mencari posisi Hinokio dan semakin panik saat melihat setting-an Hinokio dimana segala hal fisik yang dialami oleh Hinokio akan dialami oleh Satoru juga. Satoru tidak main-main. Dia menabrakkan Hinokio saat kereta lewat.
Badan Hinokio hancur. Di saat yang bersamaan, Satoru tidak sadarkan diri. Seluruh alat untuk mengendalikan Hinokio tidak berfungsi. Ayahnya segera datang untuk menyelamatkannya. Di luar rumah, Jun tengah memasukkan surat ke kotak pos keluarga Iwamoto. Jun bingung melihat sebuah ambulance datang dan berhenti di depan rumah Iwamoto. Tiba-tiba seorang laki-laki keluar dari kediaman Iwamoto sambil menggendong seorang anak laki-laki, Satoru. Jun memperhatikan wajah Satoru, dan suatu perasaan tidak enak muncul. Dengan sepedanya, dia pun mengikuti ambulance tersebut.
Dokter memvonis kondisi Satoru sangat kritis. Jun yang mendengar hal itu sangat sedih. Dia kembali ke rumahnya dengan perasaan bersalah. Di perjalanan, ia bertemu Jouichi dan Kenta. Jouichi memberitahunya bahwa ia meminta Kenta dikembalikan ke keaadaan semula melalui Purgetory. Mereka juga memberitahu Jun bahwa Purgetory memiliki kemampuan menghubungkan dunia orang hidup dengan dunia orang mati. Mendengar hal itu, Jun seolah memiliki harapan untuk menyelamatkan Satoru. Dibantu kedua temannya, ia pergi ke bangunan dengan empat cerobong asap raksasa. Satoru pernah mengatakan bahwa di game Purgetory, ada sebuah bangunan yang persis seperti itu mampu menguhubungkan manusia dengan dunia orang mati.
Satoru sekarat. Dalam keadaannya tersebut ia bermimpi. Seluruh kejadian yang dia lalui bersama Jun muncul dalam mimpinya. Dalam mimpinya itu, ia juga bertemu dengan ibunya. Ibunya meminta dia untuk berhenti menyalahkan ayahnya. Ibunya juga memberitahu Satoru bahwa ia dan ayahnya sangat mencintai Satoru. Mujizat terjadi, Satoru sadar.
Jun dan ibunya akan berangkat. Jouichi dan Kenta mengantar mereka sampai ke stasiun. Jun masih sedih dan terpukul karena mengira Satoru sudah meninggal. Saat kereta mereka mulai berjalan perlahan meninggalkan stasiun, Satoru dibopong oleh Hinokio muncul di stasiun dan berlari mengejar kereta. Jun senang bukan main melihat Satoru selamat dan masih hidup. Keduanya pun berpisah.
Beberapa tahun kemudian, Satoru pindah sekolah ke kota dimana Jun tinggal. Satoru kecewa karena di sekolah barunya, ia tidak bertemu Jun. Tetapi saat dia pulang sekolah, seseorang memanggilnya. Dan ia senang sekali melihat orang tersebut adalah Jun. Jun belajar di sekolah yang berbeda. Dan penampilan Jun tidak tomboy seperti dulu lagi. Jun sudah berubah, dia keliahatan sangat cantik, dan tidak seperti anak laki-laki lagi.
2 Comments »
Leave a Reply
-
Recent
-
Links
-
Archives
- March 2009 (2)
- February 2009 (1)
- December 2008 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
likkk….
pinjem pilemnya dunkss
pemeran pilemnya cantik gak???
o y lik, kta bwt aj nampang our picture there
gmn bidadari yg lain??setuju g??